|
| AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO Sebuah resor baru berdiri di kota pelabuhan Turkmenbashi, di tepian Laut Kaspia, Turkmenistan, Senin (15/6). Presiden Turkmenistan Gurbanguli Berdymukhamedov meresmikan resor yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 15 triliun itu. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan turisme sebagai salah satu pilar ekonomi dalam rangka diversifikasi ekonomi, yang selama ini didominasi sektor migas. |
Singapura, Senin
”Ada pertanda stabilisasi dalam perekonomian kita, termasuk pemulihan pada pasar saham, penurunan tingkat suku bunga, kemajuan bisnis, dan kepercayaan konsumen. Akan tetapi, situasinya tetap belum dan masih ada risiko pada ekonomi dan stabilitas fiskal,” demikian pernyataan bersama G-8, Minggu (14/6).
Seorang ekonom China menyatakan, China tak akan mengalami pemulihan cepat. Adapun Departemen Keuangan Korea Selatan menyatakan perekonomian Korsel masih menurun walaupun akselerasi penurunan sudah mereda.
Di Inggris, sekelompok pebisnis menyatakan negara itu akan keluar dari resesi lebih awal dari perkiraan semula, tetapi pemulihan yang berkesinambungan belum tentu terjadi.
Kekecewaan terkait perkembangan ekonomi juga dialami AS. Pemerintahan di bawah Presiden Barack Obama akan membeberkan rencana perbaikan regulasi finansial AS.
Menteri Keuangan AS Timothy Geithner dan Kepala Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence Summers memberikan gambaran umum mengenai rencana mereka kepada
Mereka tidak menyatakan kapan akan melaksanakan rencana tersebut. Rencana perbaikan itu juga dimaksudkan agar dapat memperbaiki sistem keuangan global.
”Ditekankan kembali kepada masyarakat AS bahwa pengawasan sistem finansial yang lebih baik lagi merupakan hal penting dalam pemulihan ekonomi kita. Kami akan berupaya keras agar dapat meningkatkan regulasi dan pengawasan secara global,” demikian tulis kedua pejabat tersebut.
Rencana dalam lima poin itu bertujuan menciptakan aturan yang lebih fleksibel dan efektif. Pemerintah akan memberlakukan persyaratan permodalan dan likuiditas yang lebih ketat untuk firma keuangan yang besar dan saling berhubungan.
Semua institusi keuangan yang kegagalannya dapat memengaruhi stabilitas finansial akan berada dalam pengawasan Bank Sentral AS. Pemerintah AS juga akan membuat dewan regulasi dengan koordinasi yang lebih luas.
Tidak disebutkan apa makna dari regulasi yang dimaksud. Uni Eropa selama ini berang dengan sistem keuangan di AS dan Inggris, yang membiarkan para spekulan merajalela dengan tindakan-tindakan manipulatif dan berisiko
Tidak ada komentar:
Posting Komentar