Sabtu, 20 Juni 2009

Untung Oke, Ilmu Pasar Modal Oke


Setelah berembuk beberapa kali, Arif Darmawan dan tujuh temannya sepakat mengumpulkan uang Rp 300.000 per orang. Dengan uang sebanyak Rp 2,4 juta, mereka pun mulai bermain saham.

Itu kami sisihkan dari uang saku. Sejak lama kami ingin tahu bagaimana sebenarnya investasi di pasar modal. Di kampus ada studi pasar modal, tapi kami tidak ingin hanya tahu teori,” kata Arif, Jumat (19/6), yang bersama ketujuh temannya tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.

Bermodalkan Rp 2,4 juta, bulan lalu Arif dan teman-temannya mendatangi Kantor Cabang Indo Premier Securities di Semarang untuk membuka rekening efek. Mereka mulai membeli beberapa saham yang dinilai akan memberikan keuntungan memadai. ”Sebelum transaksi, kami diskusi dulu. Ini mendorong kami lebih banyak tahu soal ekonomi dan pasar modal,” kata Arif.

Setelah satu bulan bermain saham, Arif dan rekannya untung Rp 200.000. Keuntungan didapat dari ratusan kali membeli dan menjual saham dalam kurun waktu satu bulan. Bahkan dalam sehari Arif dan teman- temannya bolak-balik membeli dan menjual satu saham tertentu sampai sepuluh kali.

”Untung 2-3 poin kami ambil,” kata Arif. Ia dan teman- teman memiliki horizon investasi jangka pendek.

Ketertarikan untuk berinvestasi di pasar modal juga disampaikan Benny Anthony, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara, Jakarta. Ia tertarik atas saran seorang saudara dan beberapa temannya yang bekerja sebagai broker di perusahaan sekuritas.

”Mereka sarankan saya untuk beli saham karena akhir tahun lalu harganya cukup murah. Saya pikir, ini waktunya berinvestasi dan belajar pasar modal sekalipun pendidikan saya bukan di bidang itu,” kata Benny.

Ketertarikan mahasiswa untuk mengenal dan berinvestasi di pasar modal sebenarnya bukan baru berlangsung belakangan ini. Lebih dari 10 tahun lalu otoritas Bursa Efek Indonesia berupaya menyosialisasikan pasar modal ke kampus-kampus dengan membuka Pojok BEI.

Bahkan, sejak tiga tahun konsep Pojok BEI ditingkatkan dari 2 in 1 menjadi 3 in 1. Artinya, Pojok BEI yang tadinya hanya merupakan kerja sama BEI dan kampus menjadi kerja sama tiga pihak: BEI, kampus, dan perusahaan sekuritas.

Kerja sama dengan perusahaan sekuritas ini memungkinkan Pojok BEI di kampus tidak bermanfaat sebagai penyedia informasi saja, tetapi juga galeri (tempat investor bertransaksi).

Sampai saat ini ada 52 pojok BEI yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Sebanyak 31 di antaranya telah menggunakan konsep 3 in 1. Salah satu pojok BEI yang cukup berhasil ialah di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung, yang setiap bulan dikunjungi 150 mahasiswa dengan rata-rata nilai transaksi mencapai Rp 11 miliar per bulan.

Sekretaris Perusahaan BEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pendirian Pojok BEI dengan konsep 3 in 1 merupakan bagian dari upaya BEI menambah jumlah investor lokal di Indonesia yang sejak 10 tahun lalu tidak beranjak dari 320.000 orang atau hanya 0,12 persen dari 250 juta penduduk Indonesia saat ini.

Sebagai kaum intelektual, Friderica mengatakan, mahasiswa merupakan calon investor potensial yang perlu dirangsang untuk terbiasa berinvestasi sejak dini. ”Kalau di negara-negara maju, pembicaraan seputar saham, obligasi, mutual fund, sudah sangat biasa di antara mahasiswa. Ke depan, kami berharap mahasiswa di Indonesia juga demikian,” kata Friderica.

Direktur Valbury Asia Securities Benny Andrewijaya mengatakan, kalau hanya dilihat dari sisi profit, bisnis pasar saham di kampus tak masuk hitungan. ”Namun, yang kami lihat adalah potensi ke depannya,” kata Benny.

Bagi universitas, Pojok BEI dinilai memiliki manfaat besar. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yuli Harwani mengatakan, sejak Pojok BEI didirikan di Mercu Buana tiga tahun silam, nilai akademik para mahasiswa di studi pasar modal dan investasi meningkat.

Pojok BEI juga dimanfaatkan sebagai sumber informasi penulisan skripsi atau tesis mengenai pasar modal. ”Mahasiswa yang sudah buka rekening efek juga bisa betul-betul merasakan risiko apa yang terkandung di balik investasi saham,” kata Yuli.

Bisa jadi saat ini Anda membeli saham di harga Rp 100 dalam waktu seminggu naik menjadi Rp 1.000 karena ”banteng” sedang mengamuk (bullish), istilah pasar modal yang menunjukkan harga saham tengah merangkak naik. Sebaliknya, bisa jadi saham yang dibeli Rp 1.000 dalam waktu satu minggu menjadi Rp 100 karena beruang sedang turun gunung (bearish), istilah yang menggambarkan harga saham terkoreksi.

Karena itu, keputusan membeli atau menjual saham haruslah dilakukan dengan analisis yang benar dan mendalam. Tanpa itu, investasi di pasar modal hanyalah menjadi ajang spekulasi dan ikut-ikutan bagi para mahasiswa.

Ratusan Ton Udang Mati

Ratusan Ton Udang Mati
Pemicunya Listrik Pemutar Kincir Air Padam
Bandar Lampung, Kompas - Gara-gara aliran listrik padam selama lima jam, Kamis (18/6) malam, ratusan petambak udang PT Wachyuni Mandira di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menanggung kerugian sekitar Rp 47,232 miliar menyusul matinya ratusan ton udang dalam tambak karena tak memperoleh suplai oksigen.

Padamnya aliran listrik pada Kamis pukul 18.10 hingga 23.10 itu berakibat tak bekerjanya kincir air di 128 petak tambak yang berfungsi menyuplai oksigen bagi udang yang dibudidayakan.

Tyas Budaya, petambak plasma kerja sama operasional (KSO) PT Wachyuni Mandira (WM) dari blok III jalur 86 nomor 5 serta mengelola tambak nomor 17 dan 18, kehilangan udang di dua petak miliknya seluas 5.000 meter persegi yang sudah berumur 92 hari. ”Tanggal 26 Juni nanti sudah dijadwalkan panen oleh perusahaan,” kata Tyas.

Juanda, petambak plasma program KSO PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) dan PT WM—keduanya anak perusahaan PT Central Proteinaprima (CP Prima)—mengemukakan, listrik yang padam itu terjadi di petak tambak yang siap panen.

Menurut Nafian, Ketua Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu PT AWS dan PT WM, para petambak sudah melayangkan surat kepada PT CP Prima dan menuntut ganti rugi. Dengan rata-rata produksi setiap petak tambak sebanyak 4 ton, menurut dia, total produksi yang mati sekitar 500 ton. Saat ini harga pembelian perusahaan Rp 36.000-an per kilogram udang. Karena itu, kerugian nilai panen diperkirakan Rp 47,232 miliar.

Matinya ratusan ton udang diperkirakan akan mengganggu produksi udang nasional 2009 karena PT WM merupakan perusahaan budidaya tambak terbesar di Indonesia dengan luas areal produksi sekitar 32.000 hektar. Adapun petambak plasma non-KSO tercatat 1.600 orang dan petambak plasma KSO 600 orang. Kematian udang diperkirakan menimpa 128 petak tambak yang dikelola 64 petambak plasma KSO dan 200-an petambak non-KSO.

Solusi terbaik

Manajer Komunikasi PT CP Prima Fajar Reksoprodjo, Jumat petang di Jakarta, menjelaskan, peristiwa listrik padam di PT WM itu merupakan insiden.

Pihaknya sedang menelusuri data jumlah tambak udang milik PT WM yang terimbas dan dampaknya terhadap produksi udang. ”Kami masih mencari informasi dari pihak ketiga, yakni pemasok listrik,” kata Fajar.

Menurut dia, akibat listrik padam, dua pihak, yaitu perusahaan (inti) dan plasma, sama-sama dirugikan.

Meski demikian, kegiatan operasional PT WM sudah kembali normal. ”Kami sedang mencari solusi terbaik bagi semua pihak dan saling menguntungkan,” ujar Fajar.

Jumat pagi para petambak terpaksa memanen dini udang- udang mereka. Tindakan memanen itu dilakukan tanpa bantuan tim panen perusahaan.

Transaksi Barang Mewah Menurun

Jakarta, Kompas - Transaksi jual beli barang mewah di Indonesia menurun. Hal itu ditandai, antara lain, dari turunnya penerimaan Pajak Penjualan Barang Mewah atau PPnBM sejak awal 2009.

Hal itu disampaikan Dirjen Pajak Darmin Nasution di Jakarta, Kamis (18/6). Dia menjelaskan, penerimaan PPnBM 2009 menurun di atas 50 persen dibanding periode yang sama 2008.

Namun, Darmin menolak menyebutkan nilai penurunannya. Alasannya, Ditjen Pajak berencana memaparkan seluruh realisasi penerimaan pajak dalam satu sesi khusus kepada media massa dalam waktu dekat.

”Penerimaan pajak dalam negeri masih bisa tertolong oleh PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dalam negeri. Namun, penerimaan PPN memang menurun karena realisasi PPN impor dan PPnBM yang rendah. PPN Impor turun hingga 24 persen, sedangkan PPnBM turun di atas 50 persen pada 2009,” ujarnya.

Penerimaan PPN dan PPnBM periode Januari-Maret 2009 mencapai Rp 39,257 triliun, atau lebih rendah 4,41 persen dibanding penerimaan PPN dan PPnBM pada periode yang sama tahun 2008.

Meskipun penerimaan terus menurun, menurut Darmin, pemerintah tetap akan terus mengurangi jumlah barang yang dikategorikan sebagai barang mewah dan menjadi obyek PPnBM.

Barang-barang yang sebelumnya dianggap mewah, tetapi menjadi barang modal utama bagi usaha kecil akan dikeluarkan dari daftar obyek PPnBM, antara lain kelompok produk tas atau barang elektronik, yang kini lazim digunakan masyarakat.

Contoh barang elektronik yang akan dikeluarkan dari daftar obyek PPnBM adalah televisi di bawah 32 inci dan mesin cuci dengan kapasitas tertentu.

”Dengan dikeluarkannya tas dari daftar obyek PPnBM, kami harap pengusaha tas kita bisa mencontoh barang-barang mewah itu. Mereka tidak perlu jauh- jauh lagi melihat ke luar negeri,” ujar Darmin.

Tarif

Menurut Ketua Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang PPN dan PPnBM, DPR, Vera Febyanthy, pemerintah dan DPR sudah menyepakati tarif PPnBM dalam UU tersebut akan berada di kisaran 10-200 persen.

DPR memberikan keleluasaan kepada pemerintah untuk menentukan jenis barang yang dikenai tarif rendah atau tinggi.

”Aturan selanjutnya ditetapkan dalam PP (peraturan pemerintah) dan peraturan menteri keuangan. Namun, sebelum PP ditetapkan, kami meminta pemerintah memaparkan terlebih dahulu ke DPR,” ujarnya. (OIN)

KRISIS GLOBAL Pemulihan Ekonomi Belum Meyakinkan

KRISIS GLOBAL
Pemulihan Ekonomi Belum Meyakinkan
AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKO
Sebuah resor baru berdiri di kota pelabuhan Turkmenbashi, di tepian Laut Kaspia, Turkmenistan, Senin (15/6). Presiden Turkmenistan Gurbanguli Berdymukhamedov meresmikan resor yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 15 triliun itu. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan turisme sebagai salah satu pilar ekonomi dalam rangka diversifikasi ekonomi, yang selama ini didominasi sektor migas.
Selasa, 16 Juni 2009 | 03:31 WIB

Singapura, Senin - Negara-negara kaya telah mengambil berbagai langkah untuk memperbaiki penurunan ekonomi global. Kelompok Delapan (G-8) di Lecce, Italia, menggambarkan perekonomian mereka sudah membaik dibanding- kan dengan saat Lehman Brothers bangkrut sembilan bulan lalu.

”Ada pertanda stabilisasi dalam perekonomian kita, termasuk pemulihan pada pasar saham, penurunan tingkat suku bunga, kemajuan bisnis, dan kepercayaan konsumen. Akan tetapi, situasinya tetap belum dan masih ada risiko pada ekonomi dan stabilitas fiskal,” demikian pernyataan bersama G-8, Minggu (14/6).

Seorang ekonom China menyatakan, China tak akan mengalami pemulihan cepat. Adapun Departemen Keuangan Korea Selatan menyatakan perekonomian Korsel masih menurun walaupun akselerasi penurunan sudah mereda.

Di Inggris, sekelompok pebisnis menyatakan negara itu akan keluar dari resesi lebih awal dari perkiraan semula, tetapi pemulihan yang berkesinambungan belum tentu terjadi.

Kekecewaan terkait perkembangan ekonomi juga dialami AS. Pemerintahan di bawah Presiden Barack Obama akan membeberkan rencana perbaikan regulasi finansial AS.

Menteri Keuangan AS Timothy Geithner dan Kepala Penasihat Ekonomi Gedung Putih Lawrence Summers memberikan gambaran umum mengenai rencana mereka kepada The Washington Post.

Diawasi bank sentral

Mereka tidak menyatakan kapan akan melaksanakan rencana tersebut. Rencana perbaikan itu juga dimaksudkan agar dapat memperbaiki sistem keuangan global.

”Ditekankan kembali kepada masyarakat AS bahwa pengawasan sistem finansial yang lebih baik lagi merupakan hal penting dalam pemulihan ekonomi kita. Kami akan berupaya keras agar dapat meningkatkan regulasi dan pengawasan secara global,” demikian tulis kedua pejabat tersebut.

Rencana dalam lima poin itu bertujuan menciptakan aturan yang lebih fleksibel dan efektif. Pemerintah akan memberlakukan persyaratan permodalan dan likuiditas yang lebih ketat untuk firma keuangan yang besar dan saling berhubungan.

Semua institusi keuangan yang kegagalannya dapat memengaruhi stabilitas finansial akan berada dalam pengawasan Bank Sentral AS. Pemerintah AS juga akan membuat dewan regulasi dengan koordinasi yang lebih luas.

Tidak disebutkan apa makna dari regulasi yang dimaksud. Uni Eropa selama ini berang dengan sistem keuangan di AS dan Inggris, yang membiarkan para spekulan merajalela dengan tindakan-tindakan manipulatif dan berisiko

Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi penyebab utama kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dan perceraian



Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi penyebab utama kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT dan perceraian. Faktor yang mengedepankan uang di atas segala-galanya itu bahkan dapat menjadi pemicuk kekerasan seksual pada anak sendiri.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berancana (BP3AKB) Kabupaten Blora, Suryanto, Selasa (28/4) di Blora, mengatakan selama 2008 terdapat 14 kasus KDRT di Blora. Sebanyak 10 kasus KDRT, tiga kasus perkosaan dan kekerasan seksual, dan satu kasus penelantaran.

Kasus paling tragis menyangkut kekerasan seksual ayah kandung terhadap anaknya yang masih duduk di bangku kelas VI SD di Cepu. Kejadian itu akibat kesibukan ibu yang bekerja sebagai pedagang asongan di kereta api.

Menurut Suryanto, ibu itu menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga, karena suaminya tidak bekerja. Selama ibu itu bekerja dan pulang larut malam, suaminya menggauli anak perempuannya. "Setelah diusut ternyata sang ibu jarang memenuhi hasrat suaminya lantaran sibuk bekerja," kata dia.

Selama ini, Suryanto menambahkan, Pemerintah Kabupaten Blora kurang memerhatikan kasus-kasus itu. Paling-paling hanya Kepolisian Resor Blora yang menangani kasus itu dari sisi pelanggaran hukum.

Pada Mei 2009, Pemerintah Kabupaten Blora akan membentuk Tim Pelayanan Terpadu Korban Tindak Kekerasan Berbasis Gender dan Anak. Tim itu beranggotakan antara lain BP3AKB, Polres Blora, Dinas Kesehatan, dan Kejaksaan Negeri Blora.

"Jika ada kasus menyangkut perempuan dan anak, tim akan menanganinya secara terpadu, dari sisi hukum, psikologis, konseling, dan pendampingan intensif," kata Suryanto.

Di Rembang, keterbatasan ekonomi kerap memicu perceraian. Berdasarkan data Pengadilan Agama Rembang, kasus perceraian yang ditangani pada 2008 sebanyak 898 kasus. Angka itu lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya, 859 kasus.

Sebanyak 585 kasus merupakan gugatan dari pihak perempuan, sedangkan 313 kasus adalah talak yang dijatuhkan suami, kata Ketua Pengadilan Agama Rembang Zaenal Hakim.

Menurut Zaenal, penyebab utama perceraian itu adalah masalah ekonomi, yaitu sebanyak 65 persen. Faktor itu memicu suami menjadi pemabuk, bertindak kasar terhadap anggota keluarga, dan selingkuh.

Para perempuan yang mengajukan cerai kebanyakan berasal dari pasangan muda usia 25 tahun ke bawah. Persentasenya mencapai 78 persen, kata dia.